Periksa Skoliosis Dengan BPJS (2)

November 13, 2016

Sambungan dari sini

Senin, 31 Oktober 2016 (Hari 2 Minggu 3)
Setelah foto pada hari Rabu kemarin, maka saya pun ke RS Hermina untuk ambil hasil rontgen yang pertama. Sebetulnya sih bisa saja diambil nanti saat jadual kontrol berikutnya. Tapi karena sekalian servis motor di depan RS, jadi ya nggak ada salahnya kan mampir. :)
Sampai di lantai 2, saya dan #Asaboy langsung ke radiologi dan ambil hasil. Waktu saya buka dan lihat fotonya, cuma keliatan gambar tulang rada mengsong gimana gitu... trus baca lembar keterangan dari dokter radiologi, eh.. nggak ngerti juga.. haha.. (sotoy!)

Jumat, 4 November 2016 (Hari 3 Minggu 3)
Faskes 2 (RS Hermina Depok)

berkas BPJS

Persyaratan administrasi:

  • 2 lembar fotokopi kartu BPJS Kesehatan
  • 2 lembar fotokopi KTP
  • 2 lembar fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • 2 lembar fotokopi surat rujukan dari faskes tk. 1 
  • 1 lembar fotokopi dan asli lembar pengantar rontgen. 

Kenapa kali ini persyaratannya dua rangkap? karena yang rangkap pertama dipakai untuk konsultasi dokter, nah yang rangkap dua itu dipakai untuk rontgenSo, siapin aja fotokopi kartu BPJS, KTP dan KK yang buanyaaak.. bakal sering diminta soalnya.

Hari ini demo 411 di Jakarta. Sebagian besar orang deg deg plas menanti kabar perkembangan demo. Saya? Deg deg plas nunggu giliran ketemu dokter Ray lagi. Sampai di RS sekitar jam 12-an.  #Asaboy saya titip sementara karena khawatir pemeriksaannya bakal lama seperti minggu lalu.

Sebelum ke lantai 4, saya ke bagian radiologi dulu di lantai 2 untuk foto kedua. Nervous? dah rada kurang, sih. Nggak se-heboh yang pertama. Haha. Jadi cuma sekali take trus nggak lama kemudian saya dikasih hasil sementara yang dikenal dengan sebutan "pinjam basah". Staf di bagian radiologi-nya juga berpesan agar setelah konsultasi dengan dokter Ray, saya diminta mengembalikan hasil sementara tersebut karena memang belum selesai diproses.

Kelar dari radiologi, saya pun pesan McD karena dari tadi mbaknya wara wiri menggoda iman  nawarin untuk order. Eh tapi emang belum makan siang juga, sih. Saya pun duduk manis depan TV sambil makan di ruang tunggu.

Tadinya saya pikir akan lama, jadi saya bilang sama #papoy santai aja dan bisa nyusul sekitar jam 4-an, seperti minggu lalu. Nyatanya hari itu bisa ketemu lebih cepat dengan beliau. dr. Ray mulai praktek sekitar jam 2, sekitar setengah jam kemudian saya dipanggil setelah 3 pasien pertama. Errr.. makin amsiong karena harus konsultasi sendirian, tanpa si #papoy. Baiklaaah....

Ketika saya masuk ke dalam ruang praktek, dokter Ray berdiri kemudian menyapa saya dengan ramah sambil bersalaman lalu mempersilakan saya duduk. Beliau menanyakan apakah saya sudah foto? Saya jawab, sudah, sambil menyerahkan hasil rontgen. Beliau menyalakan X-ray viewer kemudian memasang hasil rontgen saya disana. Berasa apalaaah saya disitu.

Duduk. Diam. Divonis. parno yak.. haha..

dr Ray mengambil penggaris dan pensil, lalu terdengar suara srat, sret saat beliau menarik garis di atas foto X-ray untuk mengukur derajat kurva skoliosis saya.
"Hm... thoracolumbal 34 derajat. Agak twisted nih ya. Kategorinya sih masih sedang"

Kalau derajat sedang aja kayak gini rasanya gimana yang berat yak? Maka saya pun menanyakan apakah sesak kemarin2 itu karena skoliosis? beliau agak ragu dengan hal tersebut, kemudian menyarankan saya untuk periksa lanjutan ke dokter spesialis paru-paru. Well done.

At the end of our conversation, dokter Ray menyarankan saya untuk bracing  dan merekomendasikan sebuah klinik swasta yang khusus menangani skoliosis di bilangan Serpong, which is disana nggak bisa pakai BPJS. Hiks.. ini endingnya sama dengan waktu periksa di tahun 2002. Bedanya cuma sekarang harga brace tambah muahal. Walaupun pilihan brace saat ini makin beragam sih. Tapi. nggak kebayang saya harus pakai brace... T_T'

Beliau pun merekomendasikan beberapa jenis scoliosis exercise yang bisa saya lakukan di klinik atau di rumah. Saya sempat tanya apa saya nggak fisioterapi aja di RS (supaya bisa pake BPJS), namun menurut beliau kondisi saya nggak cocok. The location of the curve is quite unique so it'll need some special treatments. Awesome!





You Might Also Like

2 comments

  1. Mba dulu waktu pertama ketauan skoliosis umur brp dan brp derajat? Sekarang umur brp?
    Apa ada penambahan derajat yg signifikan sejak ketauan skoli?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak Monica,
      Saya pertama tahu ada kelainan itu waktu SMP, tapi belum tahu kalau itu skoliosis.
      Pertama kali kenal skoliosis tahun 2001 (usia 17 tahun), nggak ada penatalaksanaan apa-apa. So far progress penambahan derajatnya lambat, mbak. Jadi, masih bisa rada santai.. hihi..

      Delete