Bersyukur di Tengah Ujian

September 25, 2017

Selama dua minggu ini badan saya rasanya macam habis digebukin orang sekampung *lebay.

Puncaknya sih seminggu ini. Badan nggak keruan, bawaannya pusing dan oleng terus. Migrain dan sesak napas menyerang bergantian, sementara pinggang sampai perut nyeri. Sampai kemarin, hanya bisa tidur 3 jam karena memang nggak bisa tidur. Pengennya minta pain killer aja udah ke IGD. Tapi nggak tega ngebangunin papanya yang lagi tertidur lelap. 

Akhirnya saya coba memanipulasi pikiran dengan mengingat semua hal yang membuat saya bahagia. Setiap anxiety menyerang, saya mengalihkan perhatian dengan bermain sama si kecil, baca buku atau sekedar scrolling timeline akun media sosial. Selain itu, saya pun mengingat-ingat dan mencatat apa kebahagiaan yang saya rasakan di hari itu. 



So here's #myhappylistchallenge untuk #Day4:
1. Karena sudah nggak tahan dan penasaran dengan apa yang terjadi dengan fisik saya, akhirnya hari ini saya izin untuk cek up ke rumah sakit. Alhamdulillah, ketemu dokter yang ramah dan menjawab semua pertanyaan saya dengan baik. Sarannya lumayan makjleb juga, sih. Semoga aja saya bisa menjalaninya nanti. Haha  

2. Salah satu jenis obat yang diresepkan sama dokter nggak bisa ditebus karena apoteker nggak bisa baca tulisan si dokter. Kami sudah pindah ke apotek lain, namun hasilnya nihil. Alhamdulilah, ketika kami coba kembali ke rumah sakit untuk minta kejelasan dari si dokter, beliaunya masih di tempat. Padahal biasanya durasi praktik dokter hanya 2 jam. I guess I was quite lucky, then. Si papoy juga sabar banget lagi, nganterin saya ke sana dan ke sini karena obatnya ada 5 jenis dan nggak ada di satu tempat, jadi kudu mapai gitu untuk nyari obat sesuai resepnya.

3. Di perjalanan pulang, salah satu bungkusan yang saya pangku, terjatuh. Tadi rada repot juga karena saya bawa tas tangan, tas mainan mas, jaket yang lembab terkena hujan, dan plastik bekal. Ketika lihat bekal #Asaboy terjatuh, papanya rada bete. Sepanjang jalan, saya pun diam. Nggak berani bilang apa-apa. Karena tahu itu salah saya, walaupun nggak sengaja. Baper maksimal banget deh saya di situ. Lalu sampailah kami di pom bensin. Ternyata tangki bensin motor kosong. Nggak saya sangka, setelah selesai isi bensin, papanya sibuk ambil segala macam bawaan yang saya pegang dan bilang, "bawaan kamu banyak amat ternyata. Maaf ya, aku nggak ngeh tadi" 
Huaaa... saya meleleh seketika..  Ketika saya sibuk menyalahkan diri sendiri, ada suami yang peka dan berusaha meringankan bawaan yang saya pegang. Love you more, poy.. 

4. Sampai di rumah, mama membuatkan saya segelas teh panas (my fave one) dan menyuguhkan roti manis. Alhamdulillah banget, tahu aja kalau anaknya laper.. hihi..

5. Selepas isya, melihat mamanya ngetik di laptop, si kecil pun jadi tertarik. Ia bilang, "mami lagi kerja ya? sini mas bantuin". Kemudian ia mengambil alih tetikus dan digerakkannya kursor ke sana dan ke sini. Ia minta dibukakan aplikasi untuk mengetik juga. Jadi saya bukain window LibreOffice Writer untuk dia mengetik bebas. Senang banget ngeliat dia sudah tertarik untuk menulis juga. :) Walaupun masih acak-acakan dan belum beraturan, karena ngetiknya masih ngasal. Paling tidak, dia sudah ada keinginan untuk menulis. 

6. Masih bisa membuat catatan ini walaupun kepala masih teler. Haha..

See?
My day wasn't that bad, actually
Di antara semua ujian yang sedang kami jalani, masih terlalu banyak nikmat yang Allah karuniakan hari ini. 

O ya, the last but not least
Terima kasih untuk kamu, 
iya, 
kamu... 
karena sudah membaca tulisan baper to  the max kali ini sampai selesai. 

Maaf ya, ini tulisan murni curhat.. Hahaha



You Might Also Like

0 comments