"Nikmatnya" Jadi Bloger

December 21, 2017




Bloger:
(kb) sebutan untuk orang yang mengeblog; pengeblog; narablog

Salah satu profesi yang kian menarik hati adalah menjadi bloger, alias narablog. Sekilas, kehidupan narablog terlihat menyenangkan. Bisa mendapat original merchandises secara gratis, jalan-jalan gratis, bahkan mendapat gadget gratis atau menginap di hotel, gratis! Wah, enak banget dong, ya?
Di zaman yang katanya serba susah seperti sekarang ini, kok bisa mendapat beragam fasilitas seperti itu?

Belum lagi waktu kerja yang cukup fleksibel. Kerjaannya padahal cuma nulis doang. Apa susahnya, coba?

Memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Karena kita nggak tahu kapan tetangga menyiram, memberi pupuk dan memelihara rumputnya. Yang kita lihat, ya betapa hijaunya rumput si tetangga itu. 

Demikian pula dengan kehidupan seorang narablog. Terlihat sangat gampang dan serba mudah. Padahal modalnya sedikit. Kerjaannya juga sedikit, nggak ada yang ngomelin, lagi!

Itu hijaunya. Yang terlihat. 

Walaupun sudah nge-blog sejak tahun 2006, tapi hingga saat ini saya sendiri belum berani mengakui diri sebagai seorang narablog. Kenapa?
Karena beratnya beban pekerjaan seorang narablog itu sendiri. Sebagai seorang narablog yang profesional, berarti ia sudah bekerja sama dengan brand atau agency untuk turut memperkenalkan produk brand tersebut. Maka ada beberapa poin perjanjian yang mengikat dan kewajiban yang harus dipenuhi. Seperti, berapa kali posting di blog, sesuai dengan "pesanan" brand tersebut, berapa kali posting di sosial media milik sang narablog dan merangkai kata sendiri. 

Urusan rangkai merangkai kata ini yang menurut saya susah susah gampang. Kalau di sebuah ahensi periklanan, ada tim sendiri yang bertugas untuk merangkai kata (copy writer), mengambil foto, dan membuat desain (graphic designer). Tapi seorang narablog, wajib menguasai ketiga keahlian tersebut secara bersamaan. 

Ya nulis, ya moto, ya ngedit gambar, belum lagi harus membuat laporan hasil pekerjaan, which is, it's a part of a digital strategist's job description.  
Belum lagi tentang bagaimana membuat sebuah tulisan di blog yang bisa dipertanggungjawabkan. Berapa page view yang narablog janjikan kepada sang brand, ya itu harus terpenuhi. Padahal terkadang kita nggak bisa menjamin berapa orang yang akan mampir ke blog kita ini. 

Belum lagi deg-degan melihat betapa dinamisnya algoritma SEO Google. Artinya, belum tentu teknik SEO yang kita gunakan saat ini, masih bisa menempatkan blog kita di halaman pertama mesin pencari raksasa ini. 

Selain SEO, yang membuat jantung seorang narablog berdegup lebih kencang adalah...
hacker

Ketika blognya down atau bahkan mengalami deface atau hijacking, tak jarang ini membuat beberapa rekan kapok menjadi narablog. Sudah bersusah payah membangun situs dari awal, lalu kemudian di-hack, bikin nyesek. 

Jadi, selain menjadi digital strategist, copy writer, photographer, graphic designer, seorang blogger juga harus tahu bagaimana menjadi seorang digital security.. Hahaha.. Ribet banget, yes?

Intinya sih menurut saya, semua profesi itu sama. Sama-sama ada hak yang diterima sesuai kesepakatan dan kewajiban yang wajib diberikan. Nggak ada yang lebih enak atau lebih nggak senak. Semua kembali ke si pelaku itu sendiri. Kecuali si pelakor, enaknya dijebrusin aja ke laut. #loooh








Photo by Scott Webb on Unsplash

You Might Also Like

5 comments

  1. Salam kenal mak Inne
    Tanya dong, gimana sih menumbuhkan semangat konsisten nulis blog?
    Ide tulisan sudah banyak, tp belum sempat nulisnyaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…..so much excuse

    ReplyDelete
  2. Oh gitu ya mak, bener ya liatnya aja enak tp susahnya kt ga liat hehehe...blakangnya knapa begitu wkwkwkwk.....

    ReplyDelete
  3. @mbak Tirta: salam kenal juga, mbak :) Jujur saja, konsistensi adalah tantangan terbesar dalam nge-blog. Sampai sekarang pun saya masih berjuang.. Hahaha.. Kalau lagi nggak sempat banget, biasanya saya tulis di hp (notes app) atau tulis di buku catatan. Kalau udah sempat nulis, baru deh dikebet catatan randomnya tadi.. hehe.. Semangat, mbak.. :)

    @mbak Nina: endingnya random banget ya, mbak? Entahlah, tetiba numpang curcol kesel sama pelakor.. jadilah begitu.. hahaha

    ReplyDelete
  4. Salam kenal mak inne, wahh mak inne hebat, aku malah baru bikin blog setelah ikutan IIP haduuhhh payah bgt yah aku..ini...dan isi nya blog jg semua tugas2 IIP πŸ˜…πŸ˜₯

    ReplyDelete
  5. @mbak Winda: salam kenal juga, mbak... Hihi.. Terima kasih sudah mampir, ya. Nggak apa-apa, mbak. Setiap orang kan punya waktu nya masing-masing. Tetap semangaat.. :)

    ReplyDelete