Komunikasi Produktif Dengan Anak (Hari 10)

Waw...hari ke-10!
Well, this is amazing!
Selama 10 hari berturut-turut saya mempraktikkan ilmu komunikasi produktif dari kelas Bunda Sayang IIP ini, banyak sekali manfaat yang kami rasakan.
Yang pasti sih less drama.
Saya lebih jarang berantem dengan si kecil, karena kami sudah membuat kesepakatan-kesepakatan sebelum mulai berkegiatan. Jadi, kami sama-sama tahu segala konsekuensinya.

asyik bermain tablet

Seperti pagi ini, Asaboy sedang menonton video kereta di tablet. Biasanya kalau ada saya, ia akan berusaha menyembunyikan tabletnya dengan segera. Karena ia tahu saya akan berusaha melarang atau cuma ngebawelin dia dengan peringatan seperti "jangan lama-lama nontonnya, nanti matanya sakit", dan sejenisnya. Peringatan itu biasanya berujung dengan perlawanan dari si kecil, mulai dari marah-marah secara verbal atau ngambek maksimal hingga nangis lebay. Lalu saya pun merasa seperti menjadi ibu yang jahat, nggak bisa liat anak senang. 

Sebelumnya, kami sudah membuat kebijakan screen time untuk Asaboy. Sayangnya, itu hanya berlaku di hp saya dan tidak berlaku di tablet dan hp papana. Jadi pagi ini saya coba untuk mengaplikasikan kebijakan tersebut di perangkat apapun yang sedang ia gunakan.

(S=Saya, A=Asaboy)

S:"mas,mami boleh ngobrol sebentar, nggak?"
A:"ya mi, mas kan lagi nonton"
S:"sebentaaaar, aja, tolong di-pause dulu ya"
A:(setengah bete tapi akhirnya nurut juga)
S: (memeluk Asaboy dari samping) "Boy, mami khawatir deh kalau kamu nonton video lama-lama"
A:"emang kenapa,mi?"
S:"ya, karena kalau nonton lama-lama itu efeknya nggak bagus buat mata dan otaknya mas"
A:(diam, sepertinya mencoba mencerna kalimat saya barusan)
S:"tapi kalau cuma sebentar nggak apa-apa. Makanya kita "atur" (bahasa saya untuk setting alarm) dulu, yuk?"
A:"oh, supaya nggak kelamaan?"
S:"iya boy. supaya nggak kelamaan. gimana?"
A:"hmm.. oke deh. nih"(menyodorkan tab untuk "diatur" waktunya.

Kemudian saya setting alarm untuk 5 menit dan tab saya serahkan kembali ke tangannya. Si kecil kembali menonton video kereta dengan saya masih duduk di sampingnya. Tidak lama kemudian alarm berbunyi dan ia menyerahkan tabletnya ke saya sambil tersenyum dan bilang "sudah mami, nontonnya.."
Alhamdulillah, senangnya kalau setiap hari bisa begini ya, boy. More happiness, less drama.

Semoga kita konsisten ya, boy. Amiiin


Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015

Meminta Maaf

Balada Stik Es Krim