Kenapa Bergabung di Blogger Perempuan Network?

bloggerperempuan.co.id

When why is more important than how, then you're on the right track. Because no matter what happened, you'll stay

-my random morning quote

Pagi ini, selepas mengantar si bocil sekolah, saya kembali ke "cangkang". Mojok di sudut kamar, buka jendela lebar-lebar, nyolokin speaker ke ponsel, setel playlist favorit, lalu buka laptop.
Terus laptopnya nggak idup. Beneran nggak idup, sodara-sodara. Tes pake charger, ada indikator listrik masuk, tapi pas pencet tombol power nggak respon sama sekali.

Akhirnya ambil jarum pentul, colokin ke lubang kecil di bagian bawah laptop, terus tekan 5-7 detik.
Buka lagi laptopnya, alhamdulillah. Nyala!

Ini kenapa jadi nggak nyambung gini mau cerita?
Okelah, balik ke niat awal mau nulis kenapa gabung di Blogger Perempuan?

Well, awal mula nge-blog itu kan saya random banget ya, cuma sekadar menuangkan pikiran yang sliweran di dalam kepala. Ya, nulis aja. Nggak kepikiran sama sekali mau nyari duit dari blog. Malah sempat off beberapa tahun, lalu blog yang bersejarah itupun sekarang saya pensiunkan  karena banyak cerita masa lalu yang sepertinya lebih layak saya konsumsi untuk pribadi.

Saya kenal Blogger Perempuan itu dari salah satu teman blogger waktu hadir di event. Katanya, di komunitas itu bisa dapat job yang lumayan banget bisa nambah uang belanja. Pas waktu itu emang lagi nyari kerjaan yang bisa dikerjain secara remote. Kerjaan yang saya bayangkan kan kayak nulis bikin artikel atau copywriting, ya? Eh, nggak tahunya nge-buzz di media sosial atau bikin endorsement.

Saya lihat itu sebagai peluang, karena nggak perlu ngantor, tapi transferan tetap mengalir. Target utama saya waktu itu nggak muluk-muluk, lah. Minimal untuk beli pulsa internet bulanan, biaya hosting dan domain dua website, saya bisa beli sendiri tanpa perlu minta sama suami.
Alhamdulillah, berkat job buzzing dan endorsement dari Blogger Perempuan, target saya bisa tercapai.

Padahal waktu itu jumlah pengikut di Instagram masih seribuan, di Twitter juga cuma enam ratusan. Tapi dengan jumlah follower yang minimalis gitu aja, saya masih bisa dapet job yang lumayan lah, ya. Sempat ikut beberapa event tapi akhirnya saya nggak lanjut karena masih repot sama urusan domestik dan musti mikirin efek ke fisik saya juga.

Sebagai penyandang skoliosis, kenyamanan di perjalanan itu adalah sebuah keharusan. Bukannya manja, tapi masalahnya saya nggak sanggup kalau berdiri lama. Sementara skoliosis itu nggak kelihatan, jadi saya nggak bisa ujug-ujug minta duduk sama penumpang lain di kereta karena mereka pikir I'm totally fine. Hehe. Kalau maksa berdiri lama bisa, sih. Tapi seminggu ke depan, saya akan bedrest karena dari punggung ke bawah, rasanya kaku semua dan sakit kalau digerakkan. Makanya saya jarang sekali ikutan event. 

Dari komunitas ini juga saya banyak banget belajar bagaimana membuat konten yang berkualitas, membangun jaringan, baik sesama rekan blogger ataupun pekerja kreatif lainnya, yang saya nggak pernah bayangkan sebelumnya.

Dulu saya bagaikan katak dalam tempurung. Cuma tahu rumah-sekolah-rumah, ya paling tahu lah mall dan beragam tempat rekreasi anak, tapi melalui BP saya kenal yang namanya coworking space dan budaya bekerja secara remote. Bagaimana membuat penjadwalan konten, dan aaah.. banyak banget deh kalau mau dijembrengin di sini. Hehe.

Kalau nggak ada BP, mungkin saya nggak akan sampai di titik ini sekarang. Walaupun akhirnya saya lelah dengan pekerjaan buzzing, tapi ilmu untuk nge-buzz itu masih sangat bermanfaat. Saya jadi tahu gimana caranya bikin digital advertisement, walaupun kelasnya masih mikro, mashi sebatas bikin postingan di IG atau Twitter. Secuil ilmu yang saya punya itu akhirnya bisa membawa saya menjadi salah satu nara sumber di #kelasliterasidigital-nya Sisternet x Wardah di Bandung, beberapa bulan yang lalu.

Saat ini pun, blog saya ini kembali 'hidup' karena ada challenge dari Blogger Perempuan. Semoga BPN semakin sukses dan bisa membawa manfaat bagi para perempuan di Indonesia. Hidup remote worker!









Comments

Popular posts from this blog

Berenang di Kolam Renang Matoa

Periksa Skoliosis Dengan BPJS (1)

Periksa Skoliosis Dengan BPJS (2)