Karena Menulis Adalah Kebutuhan



blogging

Kalau ditanya, "ngapain sih lo nge-blog?"
Ya, jawaban saya "karena butuh"
Karena butuh duit udah terlalu mainstream. hahahaahahha. Nggak, ding. Serius. Saya ngeblog karena saya butuh menulis. Kalaupun misalnya nggak nulis di blog, saya tetap nulis di aplikasi pencatatan macam Google Keep di ponsel, atau Gnote di laptop.
Kenapa nggak semuanya ditulis di blog?
Karena nggak semuanya layak dibaca orang lain.



Sejak kecil, saya suka menulis. Tapi nggak PD kalau tulisannya dibaca sama orang lain.
Jadi biasanya kalau saya punya uang, saya akan pakai untuk beli buku diary dengan gembok paling aman.
Apakah itu pakai gembok kecil dengan pita yang cute, atau gembok dengan angka kombinasi. Dan semua gagal total, karena abang dan adik saya iseng maksimal dan hobi banget nge-bully.

Hampir semua buku diary saya berhasil mereka bongkar, walaupun sudah digembok. Akhirnya saya tulis diary di buku tulis biasa lalu campurkan saja di lemari buku pelajaran, supaya tersamar dan mereka nggak sadar kalau itu adalah buku diary saya.

Sekali waktu, saya apes. 'Buku diary samaran' ketahuan dan dibaca sama mereka. Duh, mana isinya tentang cinta pertama... Sambil megang buku itu, mereka teriak-teriak, menarasikan ungkapan cinta saya ke seorang kakak kelas, di tengah rumah. Malunyaaa minta ampun.
Tapi itu nggak bikin kapok saya untuk terus nulis dan bercerita.

Tahun 1999 pertama kalinya saya mengenal dunia internet. Ceritanya karena LDR dengan pacar (sekarang mantan) yang cuma ketemu sekali di kapal laut waktu kami sama-sama pulang menuju Jakarta, dari Makassar.
Kami LDR antara Jogja-Depok. Karena biaya telepon mahal, maka internet jadi pilihan. Dia yang membuatkan saya akun e mail, mengajarkan saya chatting via MiRC dan surfing di internet.
Cinta kami kandas ditelan surat yang tak terbalas dan rindu yang tak tuntas. Sampai ia lulus dan pulang ke kotanya, kami ga pernah ketemu lagi. Tapi saya selalu mengingatnya sebagai orang yang berjasa karena kayaknya kalau nggak kenal beliau, saya nggak akan kenal internet dan, nggak nge-blog juga. Haha.

Kenal internet, saya lalu kenalan dengan Multiply. Yang sekarang sudah tamat riwayatnya.
Di sanalah saya melabuhkan semua tulisan saya, yang random sampai yang serius. Ketika Multiply akhirnya tutup, saya sudah mendokumentasikan semuanya dan memindahkannya ke rumah baru yang berbasis Blogspot.

Lalu gatel pengen ganti lagi, akhirnya "rumah maya" tersebut saya pindahkan ke Wordpress. Dulu saya nggak se-PD ini untuk membiarkan cerita saya dibaca orang lain, maka saya buat sebuah blog dengan nama yang nggak ada konsonannya. Susah diingatlah pokoknya nama domainnya itu.

Ingat banget, pertama kali saya ikut acara blogger di event Lazada, nama blog saya itu sempat dibahas sama salah satu senior yang bilang kalau betapa menggelikannya domain blog saya. Macam nggak niat terkenal. Emang nggak bakat ngartis juga sih. Hahaha..

Sampai akhirnya saya beli domain yang pakai nama pribadi karena mau serius nge-blog. Suami mendukung banget dan kadang beliau yang sering kasih ide untuk nulis apa di blog. Setelah punya domain sendiri, saya pun PD nerima job nulis review produk atau buzzing di media sosial macam Instagram dan Twitter. Follower boleh sedikit, yang penting job lancar terus, kan?

Tapi kemudian saya sampai di titik jenuh dan akhirnya stop nulis blog. Sama sekali. Silakan cek sendiri di blog ini. Blog ini real, nggak ada rekayasa. Ada masa di mana saya merasa stuck nggak tahu mau nulis apa dan memilih beraktivitas di luar nulis blog, ngajar workshop, bikin modul pelatihan atau nulis di medium, atau media sosial macam Facebook dan Instagram.
Jadi ya, tetap nulis.


@innera di Medium

Mudah-mudahan sih, setelah mengikuti 30-Day Blog Challenge dari Blogger Perempuan ini, saya bisa lebih konsisten nulis di blog ini yaaa.. Amin!

Wish me luck, gengs!



Comments

Popular posts from this blog

Berenang di Kolam Renang Matoa

Periksa Skoliosis Dengan BPJS (1)

Periksa Skoliosis Dengan BPJS (2)