[Review] Antologi Rasa, Ika Natassa


"Methinks I could write a volume to you; but all the language on earth would fail in saying how much and with what disinterested passion I am ever yours"
-Richard Steele (1707), Love Letters of Great Man




Seorang bankir yang harus bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya, dari satu negara ke negara lainnya, Keara. Perempuan dengan gaya hidup yang glamor alias high-maintenance-girl, selalu up to date dengan segala tren yang ada di dunia, sekaligus berotak encer dan berprestasi di kantornya.

Bersahabat dengan seorang lelaki yang dikenal playgirl, beralih dari satu bodi perempuan ke perempuan lainnya, Harris.

Masih di satu lingkaran pertemanan yang sama, hiduplah seorang pria alim yang selalu memancarkan pesona tersendiri kepada Keara. Sayangnya, pesona tersebut sudah terfokus kepada satu perempuan, Denise, sahabat mereka juga, yang sudah menikah.

Rumit?

Iya, banget. Hahaha..

Dari semua novel Ika Natassa yang saya baca, novel ini intriknya paling banyak, well, selain Underground, tentunya. Tapi di buku ini, emosi para tokohnya digambarkan lebih detil. Seperti yang Ika bilang, di novel ini, ia ikut menangis ketika menulis bagian Kiara, ikut ngenes ketika memaparkan nasib Harris dan ikut merana merangkai kata di bagian Ruly meratapi Denise.

Terus yang baca gimana?

Sukses nangis, sih.
Dih, lebay bener.
Kebetulan pas baca ini saya lagi sakit dan PMS pula... ya udah, mood swing abis deh, jadinya.

Seperti buku-buku Ika Natassa lainnya, ketika kita baca halaman pertama, biasanya itu buku tetap nempel di tangan sampai selesai di halaman terakhir. Eh, kecuali untuk solat sih.. hehe.
Makan aja sambil baca #dikepruknyokap.

Konfliknya menarik, walaupun ceritanya klasik, kasih tak sampai. Tapi, alurnya nggak mudah ditebak. Cute, thrilling and fascinating.
Sebetulnya sih saya rada telat baca ini. telat banget, malah.. hahaha..
Udah baca The Architecture of Love dan Critical Eleven duluan sebelumnya.
Tapi dengan begitu jadi tahu sih proses matangnya tulisan-tulisan kak Ika.

Teteplah saya jatuh cinta dengan buku-bukunya. Sejak buku pertama, A Very Yuppy Wedding, buku novel yang dibeli secara random karena naksir sampul dan resensi di sampul belakang. Yak, saya se-receh itu dalam membeli buku. Hahaha


Comments

  1. Saya belum pernah menyelesaikan bukunya beliau Mba. Hihihi. Tapi masih penasaran sama yang Antologi Rasa ini :D

    ReplyDelete
  2. Antologi rasa emang unik sih, mas. Ika Natassa nulisnya pake sudut pandang orang pertama dari setiap tokoh. Jadi kadang kita serasa jadi Keandra, kadang jadi Harris, kadang jadi Rully.. :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Berenang di Kolam Renang Matoa

Periksa Skoliosis Dengan BPJS (1)

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015