Mengakali Mood dan Tetap Produktif dengan Target Kecil

February 28, 2018


Ibu rumah tangga adalah sebuah profesi dengan job description yang beragam, dilengkapi dengan rentetan pekerjaan yang katanya tiada habisnya. Sejak bangun tidur hingga tiba waktunya tidur lagi di malam hari, ibu menjalani banyak peran; sebagai koki, driver, professional shopper, manajer keuangan, guru, manajer anak-anak, hingga pendongeng.

Belum lagi jika ibu juga berperan sebagai perempuan yang bekerja di ranah publik. Wah, "jabatannya" bisa bertambah-tambah sesuai dengan pekerjaan sang ibu. Sebagai ibu rumah tangga dan freelancer yang bekerja dari rumah, manajemen waktu dan keuangan adalah dua pekerjaan penting yang harus saya kuasai. Memandang rentetan angka menjadi tantangan tersendiri bagi saya pribadi. Dengan Colorful Calculator, rasanya mengatur keuangan keluarga bisa jadi lebih menyenangkan. Salah satu varian produk dari CASIO My Style ini punya beragam pilihan kalkulator dengan warna yang lucu-lucu banget!


kalkulator masa kini yang berwarna warni
Zaman saya sekolah dulu, kalkulator itu kalau nggak warna hitam, ya, abu-abu. Kalaupun berwarna ya paling mentok berwarna biru. Kalkulator masa kini? ya, warna warni. Lalu, apa hubungannya antara kalkulator dan kebiasaan saya sehari-hari?

Belanja identik dengan pekerjaan emak-emak. Demi "kemaslahatan umat" di rumah, biasanya kami mengatur pengeluaran keluarga bersama-sama. Ketika sedang membuat anggaran belanja dan laporan keuangan, tentunya kalkulator nggak ketinggalan. 

Mumpung lagi promo, kode CASIOBLOGJI73 bisa dipakai untuk beli kalkulator warna warni #CasioMyStyle di atas dengan diskon spesial di Mataharimall.com, lo! 

Kata orang, apa yang kita lakukan sehari-hari akan menjadi kebiasaan yang akhirnya akan menjadi karakter. Sementara proses untuk membuat sebuah kebiasaan baik itu pastinya butuh proses yang tidak sebentar. Menurut Stephen Guise di dalam buku "Mini Habit", jika kita ingin membangun kebiasaan baik, maka mulailah dengan melakukan stupid small, yaitu sebuah pekerjaan yang dilakukan setiap hari dalam durasi yang sangat sedikit. Oleh karena itu, demi membentuk kebiasaan baik dalam mengelola keuangan keluarga, saya selalu mencatat transaksi yang kami lakukan segera setelah selesai belanja. Biasanya saya catat di notes hp dulu atau langsung ke file spreadsheet yang dapat diakses secara online.


Target awal pengelolaan keuangan kami nggak muluk-muluk, sih. Paling tidak kami tahu ke mana perginya uang yang kami belanjakan. Jadi "target kecilnya" adalah, mencatat pengeluaran, sekecil apapun.

Stupid small saya yang lain adalah, menulis rencana kegiatan per minggu. Awalnya saya buat rencana kegiatan harian, tapi akhirnya saya kelelahan sendiri karena nggak bisa konsisten. Lalu, saya coba lagi dengan membuat jurnal secara mingguan. Dengan melakukan stupid small ini, kita juga bisa mengukur kemampuan diri kita secara maksimal.



Sebelum menulis jurnal mingguan, saya buat rencana kegiatan bulanan yang terpampang di dinding di atas meja kerja kami di rumah. Dengan begitu, papanya bisa melihat rencana kegiatan saya dan ikut berpartisipasi dalam mendanai menyukseskan kegiatan-kegiatan tersebut. :)


Stupid small yang turut membangun produktifitas menulis saya adalah, membaca minimal 1 halaman setiap hari. Karena keterbatasan koleksi buku yang saya miliki, biasanya saya membaca buku di perpustakaan online menggunakan ponsel. 1 halaman satu hari itu nggak berat, kan?

Membaca satu halaman satu hari ini bisa menjadi bahan untuk latihan nulis dengan teknik free writing. Menulis apa saja selama sepuluh menit sehari. Kelihatannya memang kecil, tapi manfaatnya besar. Minimal sekarang kecepatan mengetik saya bertambah dan meminimalisir salah ketik. Lumayan menghemat waktu juga, kan?

Waktu selama 24 jam itu dipecah menjadi kepingan-kepingan kecil yang bermanfaat. Walaupun kadang ada kalanya saya merasa malas, nggak mood, bosan atau kadang memang nggak sempat sama sekali. Kalau penyakit malas melanda, saya masih bisa "menyeret diri" dengan target-target ringan tersebut. Payahnya, kalau lagi nggak sempat sama sekali itu. Kalau sudah begitu, biasanya saya "tambal" kekurangan hari itu di keesokan harinya. Pokoknya disiasati agar target-target kecil itu tercapai sehingga mood juga bisa terjaga dengan baik.

Kalau sudah dalam keadaan payah sekali karena kondisi fisik yang sedang drop atau badan meminta hak beristirahat, baru saya bisa skip untuk tidak memenuhi target-target kecil tersebut.






Pictures:
1. dokumen pribadi
2. http://www.casio-intl.com/asia/en/calc/catalog/

You Might Also Like

1 comments