Asaboy dan Pertanyaan Ajaibnya


Anak kecil identik dengan rasa penasaran yang tak habis-habis. Sebagai ibu, kadang saya sendiri sudah kehabisan kata ketika Asaboy menanyakan hal-hal yang seringkali tidak saya duga. Malam ini, episode bertanya itu kembali terulang.



Sebelum Asaboy lancar berbicara, ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau menunjukkan benda yang ia tidak tahu cara kerjanya.
Setelah bisa ngomong, sepertinya celotehannya tidak pernah habis. Seringkali, celotehan itu adalah pertanyaan yang tidak bisa saya jawab.

Malam ini sebelum tidur, ia minta dibacakan cerita dari buku lembar kerja sekolahnya.
Selesai dibacakan cerita, halaman berikut di bukunya adalah surat Al Ikhlash beserta artinya. Kami baca surat tersebut bersama-sama sambil melatih hafalan surat Asaboy. Setelah itu, saya bacakan artinya.
"Boy, arti surat ini kan ada lagunya. Mau dengar, nggak?" kata saya.
"Mau, mami!"

Kemudian, saya pun mendendangkan lagu arti surat Al Ikhlas yang saya dapatkan dari TPA ketika saya kecil dulu.

Katakanlah, Allah itu satu.
Allah tempat berlindung sesuatu.
Tak berputra, dan tak dilahirkan.
Tiada satu pun yang menyamainya.

Selesai nyanyi, asaboy minta saya mengulanginya lagi, lagi, lagi dan lagi. Setelah itu ia bertanya,
"Mami, berlindung sesuatu itu apa sih?"
"Jadi kalau mas takut, mas berdoa sama Allah minta dilindungi, supaya nggak takut lagi. Supaya mas berani" jawab saya.
"Mas berani kok" ujarnya.
"Iya, mami tahu mas berani. Kan mas sudah besar, ya? Tapi nanti kalau mas takut atau pengen apa gitu, ya mintanya cukup sama Allah aja" Emaknya ngomong gini sambil ceramahin diri sendiri sih, sebenernya. Haha

Berikutnya, kami ngobrol ringan tentang siapa yang menciptakan manusia, binatang dan tumbuhan. Lagi asyik ngobrol, tau-tahu Asaboy nanya lagi,
"Semuanya Allah yang nyiptain? Listrik kereta juga, mi?"
"Kalo listrik yang di kereta itu buatan manusia, le"
"Ooh" jawabnya, pendek.

Sebenarnya diskusi ringan sama anak kecil itu kadang bisa jadi berat karena pertanyaan random macam ini. Biasanya kalau saya sudah mentok, cuma bisa jawab, "Hm... sekarang mami belum tahu, nanti mami belajar dulu ya. Kalau sudah tahu, nanti mas mami kasih tahu".
Kadang ampuh, kadang nggak. Haha. Pertanyaan ajaib.

Kalau buibu, anaknya suka nanya ajaib gitu juga, nggak?





Feature Image: Photo by Ken Treloar on Unsplash

Comments

Popular posts from this blog

Berenang di Kolam Renang Matoa

Periksa Skoliosis Dengan BPJS (1)

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015