Bermain Kemah di Rumah

bermain kemah-kemahan
Bermain pura-pura, atau biasa dikenal dengan pretend play merupakan permainan yang sering Asaboy lakukan. Kalau bermain sendirian, biasanya Asaboy akan membuat narasi sendiri sambil mengarahkan mainan-mainan di tangannya. 

Ternyata, permainan pura-pura ini sangat baik untuk perkembangan anak. Selain untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, permainan ini juga dapat meningkatkan kecerdasan otak


Hari ini sepulang sekolah, Asaboy mengajak temannya, Adek, untuk bermain di rumah. Adek adalah tetangga rumah kami, yang usianya terpaut satu tahun dengan Asaboy. Oleh karena itu, kami biasanya memanggilnya dengan sebutan "Adek".

Biasanya mereka bermain sepeda atau skuter bersama. Namun karena hari masih siang, permainan yang mereka pilih hari ini adalah "bermain kemah-kemahan" di dalam rumah. Biasanya kalau bermain kemah-kemahan, mereka akan menggelar tenda replika. Namun, karena mereka sudah semakin besar, akhirnya saya turunkan kelambu dari kamar untuk menggantikan peran tenda mungil.

tendanya sudah kekecilan :D
Saya pikir mereka sedang bermain kemah-kemahan biasa saja, ternyata hari ini mereka membuat lakon drama sendiri. Asaboy jadi "papa" dan Adek jadi "bunda". Nah, mereka punya anak (boneka singa Asaboy) yang mereka panggil "Adek".

Lucunya, mereka berakting hanya kalau saya sedang tidak di dalam ruangan yang sama. Jika saya duduk di samping "kemah" mereka, keduanya akan kompak terdiam dan menunggu hingga saya keluar dari area perkemahan.

Akhirnya, saya pindah ke ruangan sebelah sambil mengepel lantai. Adegan yang saya dengar kira-kira begini:

As: "Bun, papa pergi dulu ya"
Ad: "Iya pa, hati-hati ya. Papa mau ke mana?"
As: "Papa mau beli flash disk"

Saya spontan ngakak. Mendengar saya tertawa, mereka terdiam lagi. Ketika mereka rasa situasi sudah "aman", mereka mulai dramanya lagi. Kali ini ceritanya "bunda" adalah wanita bekerja, tapi... kocaknya, "bunda" bekerja setelah "papa" pulang kerja. :D

Ad: "Pa, bunda berangkat kerja dulu ya. Papa jagain adek, ya?"
As: "Iya bunda. Hati-hati, ya. Jangan pulang malem-malem"
Ad: "Iya. Dah adek (sambil melambaikan tangan ke boneka singa yang sedang digendong Asaboy)"

Di sini saya ngakak lagi..
Ya gimana nggak ngakak, coba?
Dua orang balita masa kini sudah bisa membuat drama singkat dengan kalimat lengkap!

Rasanya pengin sekali saya videokan aksi mereka, tapi sayangnya mereka berdua bermain drama sambil "mengawasi" saya. Kalau ada gelagat saya akan lewat ruang tamu, tempat mereka bermain, maka mereka diam.

Sepanjang permainan tersebut, terlihat mereka sangat menikmati lakon yang mereka mainkan. Tadi hanya terpotong sesi makan siang bersama. Setelahnya, mereka kembali asyik bermain lakon hingga sekitar pukul 4 sore. Itu pun karena Adek dijemput oleh kakaknya.

Merujuk ke pandu 45 yang dibuat oleh Ibu Septi dan Pak Dodik, sepertinya Asaboy sudah memasuki tahap "Enjoy" dalam bermain lakon. Karena, ia bermain peran sampai lupa waktu. Kalau tadi Adek tidak dijemput kakaknya, kemungkinan mereka akan bermain sampai lebih sore.

Selain sebagai pemain, Asaboy juga berperan sebagai "sutradara". Dengan sotoynya, ia mengarahkan dialog yang harus Adek ucapkan, lengkap dengan gestur yang harus ia lakukan. Setelahnya, ia akan bilang, "nanti abis adek begini, mas begini". Anak kecil ngasih briefing ke anak kecil lainnya. hahaha...

Sekian observasi Asaboy hari ini. Let's wait for tomorrow. Ada permainan apa lagi di rumah kami? *tsaaah!






#Day5
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Comments