Posts

Showing posts from June, 2016

Kemoterapi, oh kemoterapi

Image
Menyambung kisah kehamilan ektopik saya 8 bulan yang lalu disini , maka saya ingin berbagi tentang proses kemoterapi (ringan) yang saya alami dalam rangka menangani KEbT. Dideteksi oleh dr. Fahmi kemudian dieksekusi pula oleh beliau. Setelah perjalanan yang panjang, lama dan melelahkan maka akhirnya saya pun mendapatkan terapi MTx. Ah, akhirnya di-kemo juga. Lega, takut, khawatir dan sedih semua rasa bercampur aduk menjadi satu.  Efek samping dari kemo yang paling saya khawatirkan adalah menurunnya daya tahan tubuh. Dengan jarak sekolah tempat saya mengajar yang cukup jauh dari rumah (kurleb 1 jam perjalanan dengan motor), saya khawatir nantinya saya akan lebih banyak izin meninggalkan kelas apabila kondisi badan ringkih. Maka saya pun mempersiapkan mental dan berdoa semoga saja sel-sel tubuh saya yang sehat tidak terlalu drop selama proses kemoterapi. Dari dua pilihan cara kemoterapi, dokter memutuskan untuk memberikannya via injeksi. Maka hari Selasa, 11 November 2

Hamil Ektopik (4)

Image
Disclaimer: Posting ini murni berisi kejadian yang saya alami dan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Semoga bermanfaat dan menjadi hikmah bagi para pembaca.  Lanjutan dari posting ini Sampai di RS Hermina, petugas melayani kami dengan baik. Setelah menunggu sekian lama untuk pengecekan berkas dan sebagainya, maka pihak RS menyampaikan kabar baik dan kabar buruk. Berita baiknya, kami bisa melakukan echo disini dan berita buruknya, pemeriksaan tersebut tidak ditanggung BPJS. Kenapa? karena secara prosedur, tidak mungkin dilakukan pemeriksaan echo di RS Hermina (sebagai faskes 2) dengan rujukan dari RS lain yang stratanya lebih tinggi (faskes 3). Well, cukup masuk akal. Maka kami pun mengambil keputusan untuk echo di RS ini dengan biaya sendiri karena sudah lelah hati, jiwa dan fisik jika harus beradu argumen lagi atau bahkan dikembalikan ke RS pemerintah tersebut. Toh pihak RS Hermina pun sudah melayani kami dan mengusahakan yang terbaik. Keesokan har

Hamil Ektopik (3)

Image
Disclaimer: Posting ini murni berisi kejadian yang saya alami dan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Semoga bermanfaat dan menjadi hikmah bagi para pembaca.  Lanjutan dari postingan ini Entah apa yang ada di pikiran saya waktu itu untuk memilih tindakan operasi. Mungkin karena saya pikir bisa melalui operasi SC #Asaboy tanpa masalah berarti maka saya memiliki keberanian untuk kembali pasrah di meja operasi. Namun papoy tidak setuju dengan pilihan saya karena dia khawatir dengan segala efek samping dan kemungkinan bahwa nantinya saya hanya akan mempunyai satu indung telur. Dengan dua indung telur saja kehamilan saya sudah dua kali gagal, bagaimana hanya satu? So , we chose the chemotherapy . Pilihan kemoterapi membuahkan konsekuensi panjang dan perih bagi saya. Sesuai prosedur, maka kondisi saya harus diperiksa secara keseluruhan untuk memastikan bahwa kemoterapi tersebut tepat sasaran. Ini saya setuju, karena secara pribadi pun saya sangat takut de

Hamil Ektopik (2)

Image
Disclaimer: Posting ini murni berisi kejadian yang saya alami dan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Semoga bermanfaat dan menjadi hikmah bagi para pembaca.    Lanjutan dari posting ini  Berdasarkan diagnosa sementara itu, akhirnya kami dirujuk untuk menemui dr. subspesialis kandungan di RS. Hermina juga, namun beliau praktek di klinik VIP. Alhasil, kami harus menunggu sampai hari sabtu. Sabtu, 17 Oktober 2015 Hari yang dinanti tiba juga. Sejak pagi, kami sudah mengantri namun dokternya baru datang sekitar pukul 10. Kami baru masuk ke ruangan kurang lebih pukul 11. Dokter subspesialisnya cukup ramah. Saya pun diperiksa dengan USG transvaginal yang sangat nggak nyaman itu ( I hate it! ) Setelah pemeriksaan, beliau menyampaikan dua berita. Satu berita baik dan satu berita buruk. Berita baiknya, kantong kehamilan saya masih utuh. Berita buruknya, kehamilan tidak bisa dilanjutkan dan harus dikeluarkan secepatnya karena apabila dilanjutkan dan terjadi

Hamil Ektopik (1)

Image
This is a story about my second failure of pregnancy. It took about 8 months for me to heal from the trauma and have guts to write them all here. Disclaimer: Posting ini murni berisi kejadian yang saya alami dan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Semoga bermanfaat dan menjadi hikmah bagi para pembaca.  Sudah 8 bulan berlalu, namun kejadian ini masih terekam jelas dalam ingatan bagaikan baru saja terjadi kemarin. Bismillahirrahmanirrahim... Sabtu, 10 Oktober 2015 Hari itu adalah hari ke-10 masa haid saya. Paska keguguran 3 bulan lalu, periode haid selalu berlangsung lebih dari 7 hari. Kadang bisa sampai 10 hari. Nah, di periode ini entah kenapa volume darah yang keluar lebih banyak dari biasanya. Bahkan, sampai pukul 12 siang, saya telah mengganti pembalut sebanyak 4x saking banyaknya. Haid masih berlangsung hingga 4 hari kemudian. Merasa agak khawatir, maka kami (saya dan suami) memeriksakan kandungan saya ke dokter. Selasa, 14 Oktober 2015 Dokter