Posts

5 Benda Yang Wajib Ada di Tas

Image
Anywhere you go, I'll follow you down.

-Gin Blossoms

Perempuan memang dikenal dengan printilan, alias attention to details yang kadang melebihi kapasitas pemikiran sendiri. Sebagai perempuan, isi tas saya selalu berganti seiring bergantinya peran yang saya sandang.
Kalau bawa Asaboy, maka baju ganti, tisu,, bekal, mainan dan alat gambar adalah must-have-items yang harus tersedia di tas. Tanpa itu, rasanya mood Asaboy akan berantakan. Kalau mood dia dah berantakan, akan merembet ke emaknya. :D

2 Resto dan 3 Kafe Nyaman di Kota Depok

Sebagai pekerja lepas yang bisa kerja di mana aja dan kapan aja, kadang saya butuh waktu sendiri untuk menuntaskan pekerjaan atau sekadar belajar, upgrade diri di tengah gempuran update teknologi yang nggak ada habisnya.

Dari sekian banyak rumah makan, restoran dan kafe yang menjamur di tempat tinggal saya, ada 2 rumah makan dan 3 kafe yang biasa saya jadikan tempat berkumpul dengan keluarga, atau meeting dengan calon klien, teman, atau bahkan bikin workshop di sana.

1. McDonalds depan Pesona Khayangan
Sudah bisa ditebak lah ya ini favoritnya siapa? Jelas si Asaboy. Kalau saya bilang mau ke "margonda", pasti dia pikirnya kami akan makan di McDonalds. Kenapa kami pilih McDonalds yang di depan perumahan Pesona Khayangan? karena space-nya lebih luas. Kalo soal menu mah, di outlet McD mana pun juga sama kan, ya?
Yang saya suka di McD ini, koneksi internetnya yang lumayan lah untuk nonton streaming film atau sekadar download repo. Nggak kaya resto ayam goreng sebelah yang setiap b…

For The Cities I've Ever Loved Before

Image
Saya bukan seorang traveler sejati, sih. Bukan karena nggak mau tapi emang karena nggak mampu. Hahaha. Apalagi udah nikah dan punya anak gini, semua keputusan finansial dibuat berdasarkan what's on the top list, based on priority.
Setiap kota yang saya jabarkan di sini (padahal cuma 3 doang), semuanya mempunyai kesan dengan kadarnya masing-masing.  Entah berapa durasi yang dibutuhkan untuk bisa dibilang "saya pernah tinggal di sini".  But, let's pick from the shortest one, shall we?
Davao City, Filipina Selatan
Sebuah kota yang terletak di semenanjung Mindanao, punya barisan pantai yang cantik, jalan raya yang lebar, dan pegunungan yang sejuk. Kenapa bisa ke sini? Delapan tahun yang lalu, saat masih bersatus sebagai mahasiswi di ITB, saya dikirim ke kota ini sebagai seorang SEAMOLEC Expert. Titelnya sih keren, demikian pula kerjaannya. Hahaha. #narsis.
Gimana nggak? Saya dan 3 orang kawan ditugaskan untuk menjadi duta Indonesia, mengajar di sekolah dan universitas di …

Social Media And Its Perks

Image
Sosial media dan segala hal yang ada di dalamnya memang sekarang menjadi fenomena.
Dulu, orang nggak kebayang bisa jualan cuma modal ponsel. Sekarang, apa sih yang nggak mungkin?
Pembeli dan penjual nggak pernah bertemu muka tapi bisa transaksi.
Dulu juga nggak kebayang bisa dapat pasangan hidup modal kenal dari fesbuk. Sekarang, apa sih yang nggak mungkin? Ketemuan modal webcam dan koneksi internet, tahu-tahu dateng terus janur kuning melengkung di depan rumah.

Berkat media sosial, semua menjadi mungkin.

Katanya, media sosial ini bagaikan pedang bermata dua. Kalau dipegang oleh orang yang tepat, maka ia akan menjadi bermanfaat. Tapi kalau dipegang oleh orang yang tidak tepat, malah akan jadi mudharat. Katanya, ya, katanya.

Tapi "katanya" itu bener juga, kok.

Berita hoax yang semakin merajalela sekarang ini rasanya sulit banget untuk dibendung. Belum lagi fenomena selfie yang dibilang penyakit jiwa lah, kelainan mental lah, sampai ke ranah agama juga. Ada lagi Feeling of Mi…

Kenapa Bergabung di Blogger Perempuan Network?

Image
When why is more important than how, then you're on the right track. Because no matter what happened, you'll stay

-my random morning quote
Pagi ini, selepas mengantar si bocil sekolah, saya kembali ke "cangkang". Mojok di sudut kamar, buka jendela lebar-lebar, nyolokin speaker ke ponsel, setel playlist favorit, lalu buka laptop.
Terus laptopnya nggak idup. Beneran nggak idup, sodara-sodara. Tes pake charger, ada indikator listrik masuk, tapi pas pencet tombol power nggak respon sama sekali.

Akhirnya ambil jarum pentul, colokin ke lubang kecil di bagian bawah laptop, terus tekan 5-7 detik.
Buka lagi laptopnya, alhamdulillah. Nyala!

Ini kenapa jadi nggak nyambung gini mau cerita?
Okelah, balik ke niat awal mau nulis kenapa gabung di Blogger Perempuan?

Well, awal mula nge-blog itu kan saya random banget ya, cuma sekadar menuangkan pikiran yang sliweran di dalam kepala. Ya, nulis aja. Nggak kepikiran sama sekali mau nyari duit dari blog. Malah sempat off beberapa tahun,…

Kenapa Memilih Inne (dot) Web (dot) Id?

Image
Sejak memutuskan untuk nge-blog secara serius, saya mengajukan proposal pembelian domain dan hosting ke suami. Padahal waktu itu posting blog masih belum konsisten dan tergantung mood banget nulisnya (sampe sekarang juga, sih. Haha).
Awalnya mau bikin nama www.inneria.com, tapi domainnya dah dipakai orang (sedih nggak sih?)
Sempat ngecek domain inne.com itu harganya lumayan mahal, apalagi inne.co.
Domain .com atau .co dengan empat karakter ini ternyata harganya nggak main-main, karena termasuk domain premium (kurang dari 5 karakter).Waktu itu sempat ada promo dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), tapi udah abis, jadi yaa... mesem lagi deh.
Sebagai investor, suami nggak approve. Akhirnya cari lagi domain yang murah meriah nan terjangkau.

Saya Tulis Apa Yang Ingin Saya Baca

Image
Walaupun blog dikenal dengan kebebasan format menulisnya, tetap aja ada aturan yang harus dipatuhi ketika menulis blog. Salah satunya adalah, keterbacaan.
Menurut KBBI, Keterbacaan adalah
Perihal dapat dibaca teksnya secara cepat, mudah dipahami dan diingat Untuk media blog, keterbacaan bisa diatur dengan komposisi warna dan jenis font yang kita pakai. Nah, lain tampilan, lain pula konten dan konteksnya.

Tampilan udah oke, udah enak dibaca, tapi mudah dipahami, nggak?

Ini jadi PR luar biasa juga sih untuk para blogger. Gimana caranya nulis dengan gaya bahasa sendiri, tapi pesannya sampai ke pembaca?Sederhananya, keep it simple, say!

Yaelah, gaya! Haha.

Teorinya begitu. Tapi dalam pelaksanaannya emang challenging banget, sih. Dari sekian banyak teori yang bilang begini dan begitu, akhirnya saya balik lagi ke teori lama: saya tulis apa yang ingin saya baca. Itu dulu deh, modalnya.

Kalau sebagai penulis (ceilee) kita nggak betah baca tulisan  sendiri, gimana orang lain bisa betah, ya ng…