Tentang Waktu

November 27, 2017

Di zaman teknologi maju seperti ini, interaksi anak dengan gawai memang semakin meningkat. Kadang, saya dan papoy suka kewalahan ketika Asaboy meminjam gawai kami dalam jangka waktu yang cukup lama.

Beragam metode telah kami lakukan untuk membatasi penggunaan gawai Asaboy. Tapi ternyata untuk hal ini, kami nggak bisa terpaku dengan satu cara. Hukum Gossen I berlaku di sini. Ketika satu metode dilakukan secara terus menerus, maka efektifitasnya pun berkurang. Awalnya kami menggunakan metode alarm, namun kali ini kami menggunakan metode jam dinding. Apakah itu?

mengenal waktu


Dengan metode alarm, Asaboy mengatur sendiri durasi penggunaan gawainya. Anak sekarang dan kemampuannya menggunakan teknologi memang mengagumkan. Ia melihat kami mengatur alarm beberapa kali, selanjutnya ia meminta untuk diizinkan mengatur alarm sendiri.

Kami telah menyimpan aturan alarm selama 5, 10 hingga 15 menit untuk satu kali sesi penggunaan gawai. Maka kalau ia atur alarmnya sendiri, ia tinggal memilih salah satu dari ke-tiga pilihan durasi yang ada.

Setelah itu, ia akan menggunakan gawai selama durasi yang telah ia pilih sebelumnya. Tak jarang ketika masih asyik bermain games atau menonton video, alarmnya pun berbunyi. Awalnya sulit sekali untuk membiasakannya untuk mengembalikan gawai kepada kami ketika alarm sudah berbunyi. Tapi dengan sedikit "menagih janji", maka ia menyerahkan gawainya kepada kami ketika waktunya sudha habis.

Namun akhirnya metode ini pun berkurang efektifitasnya. Maka kami putar otak lagi, cari cara sehingga Asaboy tidak menggunakan gawai secara berlebihan. Lalu kami coba konsep jam dinding.

jam dinding
Metode jam dinding ini sebetulnya modus sambil menyelam minum air. Niatnya, sambil memperkenalkan konsep waktu, kami juga sambil melakukan afirmasi tentang lambang bilangan ke Asaboy.

So how's this thing work?

Setiap Asaboy ingin meminjam gawai salah satu dari kami, maka kami akan mengajaknya untuk melihat jam dinding yang ada di kamar.

"Mas, coba lihat, sekarang jarum panjang ada di angka berapa?"
(misalnya saat itu jarum panjang menunjuk ke angka 9, maka ia menjawab "sembilan")
"Nah, mas boleh pakai handphone sampai jarum panjangnya pindah ke angka 12, ya?"

Awalnya ia mengangguk. Mungkin ia juga belum terlalu paham berapa lama kah durasi berpindahnya jarum panjang dari angka 9 ke angka 12 itu sendiri.
Pertama kali kami menggunakan konsep ini, ia sempat merasa durasinya terlalu sebentar dan mulai menawar untuk diberikan waktu lebih lama.
Kami pun memberikan toleransi selama 5 menit. Hitung-hitung kan masih masa sosialisasi. Tsaaah...
"Oke, sampai jarum panjang pindah ke angka 1, ya. Setelah itu selesai. Nggak ada perpanjangan waktu lagi" (berasa nonton bola, ini mah :D)
Alhamdulillah, setelah jarum panjang sampai ke angka 1, ia menyerahkan gawai dengan sukarela ke kami. No whining or complaining.






#Day5
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

You Might Also Like

0 comments