Mengasah Cara Berpikir Logis Anak di Dapur

November 23, 2017

Tak terasa, perjalanan mamoy belajar di Institut Ibu Profesional sudah memasuki jenjang level ke-6. Pada fase ini, kami diarahkan untuk mengasah kemampuan berpikir logis anak.

Asaboy akan berusia 5 tahun di akhir bulan Desember nanti. Artinya, anak ini belum bisa diperkenalkan matematika logis yang berat macam cosinus dan tangen. Yakali... :P
Jadi gimana dong cara mamoy memperkenalkan pemikiran logis ke si Asaboy?

Masak telur!

Kami mulai dari makanan yang ia sukai, telur orak arik, kalau bahasa kerennya, scrambled eggs.
Untuk merangsang kemampuan berpikir logisnya, si boy diajak ke dapur. Padahal tanpa diajak juga dia dah ikut, sih.. Hahaha.. 
Anak lelaki diajak turun ke dapur?
Yup!
Supaya kelak Asaboy terbiasa masak makanannya sendiri. Selain lebih sehat, hemat juga kan, pastinya? ^^

Kami mengenalkan pemikiran logis dengan cara menunjukkannya urutan bagaimana cara memasak telur yang benar. Ia melihat apa saja yang kami lakukan. Mulai dari mencuci telur, mengeringkannya, mengambil mangkok untuk mengocok telur. Memecahkan telur, hingga membubuhkan garam dan lada. Langkah-langkah sederhana tersebut sudah bisa ia lakukan sendiri.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Inne R.A. (@inne.ra) pada

Selanjutnya, saya akan meletakkan wajan di atas kompor, menyalakan kompor sambil menuangkan minyak di atas wajan. Biasanya dia akan meminta untuk meratakan minyak dengan cara mengangkat frying pan dan meliuk-liukkannya sebagaimana seorang chef profesional. Tsaaah.. :D

Sebuah kiriman dibagikan oleh Inne R.A. (@inne.ra) pada

Setelah minyak goreng merata di atas pan, maka Asaboy akan menuangkan adonan telur yang sudah ia kocok. Lalu, ia akan mengaduk-aduk telur tersebut hingga merata.
Setelah matang, ia akan mematikan kompornya sendiri dan meminta tolong kepada saya untuk menuangkan telur tersebut ke piringnya.

Oke, sekarang apa hubungannya antara memasak telur dengan kemampuan berpikir logis?

Sebagai emak yang sehari-hari berurusan dengan komputer dan kode, kemampuan melakukan instruksi sesuai urutan ini penting. Dengan belajar menempatkan objek/ melakukan hal sesuai dengan urutannya, ia akan mempunyai kemampuan berpikir yang masuk akal dan melatih kemampuannya untuk mencipta sesuatu.

Well, I don't know what the future will bring. Tapi setidaknya, dengan mempunyai kemampuan untuk melakukan hal sesuai dengan urutannya, minimal ia akan belajar juga tentang konsekuensi dan hukum sebab akibat secara konkrit.

Misalnya, apa yang akan terjadi jika telur sudah dituangkan ke wajan, tetapi tidak diaduk. Maka ia tidak akan mendapatkan bentuk telur orak-arik yang ia inginkan. Ini pernah kejadian betulan dan ia sempat tantrum karenanya. Karena telat diaduk, bentuk telur yang ia dapatkan adalah telur ceplok biasa, bukan telur orak arik.

Dengan belajar urutan, Asaboy belajar untuk menempatkan segala sesuatu sesuai dengan posisinya. Sesuai dengan kebutuhan dan porsinya masing-masing. Eh, nyadar nggak sih mak, ternyata dari kegiatan sederhana seperti membuat telur orak arik, anak dan emaknya bisa belajar banyak, ya?

Oke, sekian catatan pertama untuk hari ini.




#Day1
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

You Might Also Like

0 comments