Belajar Berhitung Menggunakan Telur Puyuh

November 28, 2017

Telur burung puyuh alias quail eggs adalah salah satu makanan kesukaan Asaboy. Dalam seminggu , biasanya minimal satu kali ada menu yang kami buat menggunakan telur dari burung kecil ini. Kalau saya memasak burung puyuh, maka Asaboy akan berinisiatif untuk mengupasnya. 

berhitung menggunakan telur puyuh
Menggunakan telur puyuh sebagai alat bantu hitung


mulai mengupas telur puyuh

Setiap saya beraktifitas di dapur, Asaboy selalu mau nimbrung. Apalagi kalau ia tahu saya sedang memasak makanan kesukaannya ini. Hari ini kami punya 12 butir telur puyuh. Sebelum memulai proses pengupasan, kami hitung jumlah telur puyuh yang ada.


Kemudian, saya biarkan Asaboy mengupas telur puyuh satu demi satu, sementara saya menyiangi brokoli sebagai teman tumisan telur puyuhnya nanti.  Setelah beberapa telur puyuh selesai dikupas, saya ajak lagi Asaboy untuk menghitung, jadi ia tahu berapa telur yang sudah dikupas dan berapa sisa telur yang masih bercangkang.

Ketika proses berhitung ini, awalnya Asaboy masih rancu dengan berapa jumlah keseluruhan telur puyuh ada. Telur yang sudah dihitung, kerap kali dihitung ulang, sehingga jumlahnya menjadi berubah-ubah. Akhirnya kami hitung ulang dan memastikan kalau telur yang sudah dihitung tidak dihitung ulang (apa coba ini kalimatnya ;D)

Dengan memisahkan telur yang sudah dikupas dan belum, Asaboy juga sekaligus berkenalan dengan konsep tambah dan kurang. Awalnya kagok, tapi selanjutnya, setiap berhasil mengupas sebuah telur puyuh, ia akan melapor ke saya, "Mami, nambah satu lagi nih telur yang udah mas kupas". Lalu saya tanya, "Telur yang belum dikupas jadi berkurang dong, ya?", sebagai afirmasi akan konsep tambah dan kurang tersebut.

Yang menarik, sepertinya Asaboy tidak merasa bahwa ia sedang belajar. Saking asyiknya menghitung, ia pun lupa untuk "membajak" telur yang dikupas. Kalau kebagian tugas mengupas telur puyuh, biasanya ia akan memakan telur puyuh yang sudah dikupas. :D

Setelah kegiatan mengupas telur ini selesai, ia pun minta difoto. "Kirim ke papoy ya, mi", katanya.

gaya si kecil selepas mengupas kulit telur puyuh
Saya sampai ngakak melihat tingkahnya. Ternyata, mengajarkan konsep berhitung menggunakan kegiatan sehari-hari ini lebih asyik daripada menggunakan cara konvensional. Anak senang, ibunya jauh lebih senang. Mengajarkan berhitung tanpa drama, tanpa narik urat. Hahaha... Selamat menikmati proses belajar ya, boy. Kita belajar bareng terus ya, le...






#Day6
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Image courtesy: koleksi pribadi

You Might Also Like

0 comments