What Does Your Blog Means To You? To Me, It's A Home

October 10, 2017


Sebagai seorang ibu dengan beragam aktifitas domestik,
Sebagai seorang guru dengan beragam kewajiban akademik,
Seorang freelance content writer dengan tenggat waktu yang kadang mencekik,
Seorang forever learner dengan target harian,

sepertinya hari-hari saya diisi dengan tekanan dan kewajiban, ya?Nah lo. Lalu kapan saya bisa "nafas"? Ya, nafas beneran mah setiap sepersekian detik, sih. Yang saya bahas di sini adalah, kapan saya bisa merasa rileks, menikmati hidup, menyalurkan segala macam emosi dan tumpukan topik pikiran yang berseliweran di dalam kepala saya?


Jawabannya adalah, ketika saya menulis. 

Menulis disini bukan menulis karena tuntutan pekerjaan, ya. Tetapi,  ketika saya menulis di sini, di blog bertajuk My Two Cents ini.
Kemarin sempat ada teman yang bertanya, kenapa blog saya berjudul demikian?
Secara harfiah, my two cents berarti opini. Jadi, blog isi blog ini sepenuhnya adalah opini saya pribadi. Ada yang nggak setuju dengan opini saya? Sabeb... setiap orang memang punya pola pikir masing-masing yang, toh, saya nggak bisa paksakan, bukan?


Saya membuat blog ini bukan sekadar untuk eksistensi daring, tapi juga sebagai sarana terapi. Berhubung hari ini, Rabu, 10 Oktober 2017 adalah hari kesehatan mental sedunia, maka saya rasa blog juga bermanfaat untuk menampung segala macam keluh kesah dan buah pikiran saya pribadi. Sekali lagi, sebagai sarana terapi.
Lalu ada yang nanya,
"Terapi? emang lo gila, kali? pake terapi-terapian segala"
Hellaaaw...
Terapi itu kan bukan cuma bermanfaat untuk orang yang sakit, kan?
Selain pengobatan, terapi juga bermakna sebagai perawatan. Selain kesehatan raga, kita juga harus menjaga kesehatan jiwa.

Di tengah jungkir baliknya saya di tengah kegiatan sehari-hari, rasanya cukup pantas jika saya  mendapatkan waktu untuk diri saya sendiri. Ibarat pensieve di novel Harry Potter yang berfungsi untuk menampung semua memori Dumbledore, demikian pula fungsi blog ini untuk saya. Nggak cuma menyimpan opini saya sementara, tapi juga menyimpan sebagian memori yang memenuhi lobus frontalis saya.

Sebagai manusia biasa, tentunya kita nggak terlepas dari segala macam tuntutan hidup. Lalu apa salahnya kita mencoba untuk membahagiakan diri kita sendiri? Toh, selama tidak merugikan orang lain, kita pantas untuk berhenti sejenak dan membentuk kebahagiaan diri kita sendiri.

Dalam #Day18 untuk #myhappylistchallenge ini, saya ingin mengungkapkan betapa bersyukurnya saya atas adanya blog ini. Si papoy yang dengan senang hati memperpanjang domain blog ini setiap tahunnya, yang juga selalu menyemangati saya untuk konsisten menulis.
"Supaya blognya nggak dijadiin sarang laba-laba", katanya.
Ngarang banget si papoy, ya?

Nah, itu sekelumit cerita saya tentang blog ini. Kalau kamu, apa sih peran blog buat kamu?





Image:

www.pexels.com
www.savingsavannah.wordpress.com

You Might Also Like

0 comments