Alah Bisa Karena Biasa

October 27, 2017



Stalakmit adalah batuan yang terbentuk dari tetesan-tetesan air dari langit-langit gua. Setelah proses selama ribuan tahun, stalakmit tersebut bisa berubah menjadi tiang yang akan menyentuh langit-langit gua. Dari sebuah tetesan air yang terjadi secara terus menerus, dapat mengubah kontur alam.

Bagaimana dengan manusia?




Apa yang kita lakukan sehari-hari, itulah yang akan membentuk karakter diri kita.

Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Itu sudah menjadi settingan mindset secara default dari Yang Maha Kuasa. Masalahnya, terkadang menjadi orang tua itu penuh dengan proses trial and error.

Setelah Asaboy lahir, saya dan suami masing-masing berproses dan mencoba untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil. Kami menyadari bahwa membaca adalah sebuah keahlian dasar yang harus ia kuasai dan kami ingin semua terjadi secara natural, tanpa adanya paksaan.

Jadi yang kami lakukan adalah, mengelilinginya dengan buku. Saat masih bayi, kami membelikannya buku dengan karton tebal yang aman untuk bayi. Budenya juga memberinya buku kain yang aman untuk bayi sebagai hadiah ulang tahunnya saat itu.  


lemari buku mini Asaboy
Di dalam kamar kami, ada sebuah pojok baca yang khusus kami sediakan untuk Asaboy.  Buku Asaboy sengaja kami letakkan di rak bawah, sehingga ia bisa mengambil dan meletakkannya kembali dengan mudah. Koleksi bukunya pun ia sendiri yang menentukan.Kalau kami sedang ada rejeki, biasanya Asaboy kami bawa ke toko buku, lalu kami "lepas" dia untuk memilih buku yang ia inginkan. 

Sejak Asaboy sudah bisa berjalan, ia sudah memilih bukunya sendiri. Kenapa tidak kami pilihkan? Karena nantinya ia sendiri yang akan membacanya. Walaupun saat itu ia belum bisa membaca. Biasanya, ia akan memilih buku tentang alat transportasi dan pemadam kebakaran. Ia suka sekali buku-buku dengan gambar pesawat terbang, mobil dan alat berat.


Kadang, kalau sudah bosan dengan koleksi bukunya di rumah, ia akan membujuk kami untuk membelikannya buku yang baru dengan kalimat sakti, "Mami, buku mas udah habis nih. Kita ke toko buku, yuk". Maksudnya "habis" di sini adalah, ia sudah khatam membaca semua bukunya.. katanya.. hahaha.. Padahal, biasanya kami yang membacakan buku-buku tersebut.

A post shared by Inne R.A. (@inne.ra) on

Ketika pameran buku impor Big Bad Wolf di bulan April 2017 lalu, Asaboy berhasil menguras tabungan khusus buku kami. Lihat saja buku yang ada di dalam keranjang tersebut, hampir semua isinya adalah buku yang ia pilih sendiri untuknya.
Apakah dibaca?
Untungnya sih, dibaca. Kadang malah kami yang bosan membacakannya karena Asaboy kerap meminta kami untuk membacakannya berulang-ulang. Huft. Tetap semangat! ^_^

#Bunda Sayang
#Ibu Profesional
#IIP
#For Things To Change, I Must Change First







Sumber gambar: https://static.pexels.com/photos/2633/nature-france-rocks-caves.jpg

You Might Also Like

0 comments