Standard Operating Procedure (SOP) Ala Asaboy

standard operating procedure, or SOP, is a set of step-by-step instructions compiled by an organization to help workers carry out routine operations. SOPs aim to achieve efficiency, quality output and uniformity of performance, while reducing miscommunication and failure to comply with industry regulations.
(Wikipedia)

sumber:Wikihow
Melanjutkan program kemandirian anak di kelas Bunda Sayang IIP ini, saya dan papoy sepakat bahwa selama minggu pertama ini, target kami adalah Asaboy bisa mandi sendiri secara berkualitas. Alhamdulillah, dua hari ini bisa konsisten mandi sendiri. Walaupun porsi main airnya masih lebih banyak daripada mandi benerannya. Tapi nggak apa-apa deh, namanya juga belajar.

Toh dulu juga waktu Asaboy belajar makan sendiri melalui proses yang bertahap. Awalnya berantakan alias lantai rumah isinya nasi di mana-mana, sekarang alhamdulillah makannya cukup rapi dan bersih, nggak belepotan.

Jadi sebetulnya melatih kemandirian anak ini sekaligus melatih kesabaran emaknya, sih. wkwkwkw.

Ngomong-ngomong soal melatih kesabaran, kami punya cerita tentang SOP. Apa itu SOP? Ya, standard operating procedure. Prosedur atau tahapan yang harus dilakukan (rutin) dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Mentang-mentang emak bapaknya orang teknik, bahasannya teknik banget yah.. hahaha..

Ceritanya, setiap habis main atau kegiatan apa pun di luar rumah, kami menerapkan kebijakan bersih-bersih yang kami sebut "SOP". Sebetulnya sih biar gampang aja nyebutnya. Kebijakan bersih-bersih tersebut meliputi tiga aspek: kebersihan muka, tangan dan kaki.

Sejak Asaboy masih bayi, setiap dari luar rumah-walaupun cuma habis main bersama teman-temannya di teras depan, Asaboy dan kami, selalu membiasakan diri untuk mencuci muka, tangan dan kaki.
Awalnya sederhana, dulu kami tinggal di rumah kontrakan yang sempit dan rasanya nggak nyaman kalau lantainya kotor. Jadi kalau sepulang bepergian, hal pertama yang kami lakukan setelah sampai di rumah adalah cuci muka, tangan dan kaki yang kami sebut "SOP"

Nah, kebiasaan ini akhirnya terbawa sampai sekarang. Padahal dulu kami menerapkan ini tanpa program atau kesepakatan bersama, ya alamiah aja gitu.
SOP ini rupanya sudah tertanam dengan cukup baik di pikiran Asaboy, sehingga ketika kami sowan ke rumah saudara, sesampainya di sana, dia akan langsung bertanya, "kamar mandinya di mana?" karena ia ingin "SOP" alias cuci muka, tangan dan kakinya. hihi.

Yang berjalan secara alamiah aja bisa tertanam dengan baik ya, boy.. apalagi yang diprogramkan?
Hm.. semoga kita konsisten ya boy. Semangat!

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari






Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015

Meminta Maaf

Balada Stik Es Krim