Komunikasi Produktif Dengan Anak (Hari 3)

Menjadi ibu itu memang PR-nya buanyaaaaak buanget ya, maks. Semakin banyak belajar, justru kita merasa semakin nggak tahu apa-apa. Sedih, yak? Apalagi ketika belajar, kita tahu teorinya dan ternyata pelaksanaan di lapangan sangat menantang. Jadi semakin penasaran, kan?

Nah, sama deh.. itu yang saya rasakan saat ini. Hari ini adalah hari ke-3 latihan "ngomong bener" sama #Asaboy. Loh, emang selama ini nggak bisa ngomong? Haha.. ya bisalaaah.. tapi kan karena pola pikir anak-anak dan ibu itu bedanya bagaikan langit dan bumi, maka, ada beberapa trik tertentu untuk bisa berkomunikasi di frekuensi yang sama. Ceileh. :D



Di hari ketiga ini, saya belajar untuk bagaimana memaksakan  menyelaraskan keinginan saya ke #Asaboy. Jadi ceritanya tadi saya sudah membuatkan masakan kesukaan si kecil, sup brokoli telur puyuh. Namun ternyata, si anak lagi kepingin makan mie goreng. Jadi nggak nyambung, kan?

Si bocil berontak lah ya. Karena memang sedang fase fabulous four, merasa jadi raja kecil, maka ego-nya keluarlah. Ia marah sambil memaksa bahwa saya harus memasakkannya mie goreng. Lalu, saya praktekkan trik ajaib. Put myself on his shoes.

Saya posisikan tubuh saya sejajar dengan si kecil dan menjaga kontak mata. Lalu, saya ajak ia berbicara baik-baik.
(S=Saya, A=Asaboy)
S: "Mas, lagi kepingin mie goreng?"
A: "Iya! mas mau mie goreng!" (masih kesal)
S: "hm, enak ya makan mie goreng siang-siang gini? mas suka ya?"
A: (mulai melunak) "Iya, mami. mas suka"
S: "mas udah laper?"
A: "iya, mas laper"
S: "mami mau masakin kamu mie goreng, tapi lama lagi, lho."
A: (diem, kayaknya sih mikir.. haha)
S: "nanti sore mami bikinin deh, kan papi juga lagi mau mie goreng buat buka puasa"
A: "aah, tapi mas maunya sekarang"
S: "nggak bisa sekarang karena lama masaknya"
A: "terus sekarang mas makan apa, dong?"
S: "ada telur puyuh, pakai brokoli" (sambil melemparkan senyum manis manja nan merayu)
A: "nggak mau!mas mau mie goreng" (sambil lari ke ruang keluarga-sebelumnya posisi kami ngobrol di dapur)
Duh, kalau anak udah laper itu nge-bujuknya makin menantang ya, maks? Jadi ya saya biarkan aja dia dulu sambil saya juga menenangkan diri, nyuci piring.. haha.
Nggak lama, si kecil kembali lagi.
A: "mami, makan"
S: "oke. adanya telur puyuh dan brokoli. Mau?"
A: "mau"
Alhamdulillaaaaah... hahaha.. akhirnyaaaaa.. emak nggak perlu masak dua kali.. hahaaiii..

Hari ini saya belajar bahwa terkadang yang dibutuhkan anak saat "penyelarasan kehendak" gini ternyata cuma jeda.
Membiarkan ia untuk berpikir dan mengambil keputusan sendiri tanpa perlu emaknya narik urat :D

Alhamdulillah, ilmu baru. :)


#Tantangan10hari
#kelasBundaSayang
#InstitutIbuProfesional











Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015

Meminta Maaf

Balada Stik Es Krim