Komunikasi Produktif Dengan Anak (Hari 14)

June 14, 2017

Seharian ini saya disibukkan dengan kegiatan di depan laptop. Alhamdulillah, Allah memberikan amanah baru dengan sebuah beasiswa kursus online. Sayangnya, saya masih berusaha adaptasi sehingga kegiatan baru tersebut menyita waktu saya dan Asaboy.

image: www.theparentingplace.com
Kemarin malam, si kecil tidur cukup larut. Pagi tadi ia bangun sekitar pukul 9 pagi. Kami nggak tega mau membangunkan karena tahu bahwa ia begadang tadi malam. Akhirnya, ia bangun dengan kondisi emosi labil, mungkin masih lelah. Emosinya semakin meningkat ketika tahu bahwa papanya sudah berangkat kerja saat ia masih terlelap. Saya pun berusaha membujuknya dan mengatakan bahwa tadi papanya sudah berangkat, sudah pamit ke mas waktu ia masih tidur. Tapi nampaknya ia tetap kesal dan marah karena merasa "ditinggal".

Setelah agak enakan, Asaboy minta main ke taman dekat rumah. Saya bilang, ia boleh main hanya kalau sudah mandi. Namun, ia malah mengamuk dan bilang kalau ia tidak mau mandi sebelum ke taman.
Saya biarkan dia sejenak untuk melepaskan emosi. Setelah terlihat agak tenang, barulah saya dekati dan peluk.
Saya bilang, "mas sedih ya nggak bisa ke taman?"
Ia mengangguk pelan.
"Emang kalau mau ke taman harus mandi dulu, mi?" katanya.
"Iya, kalau nggak mandi, nanti badannya mas gatal dan nggak nyaman mainnya, kan?"
Ia hanya terdiam.
Saya tetap memeluknya sambil menciumi bau asemnya (eh, bau anak-anak baru bangun tidur itu, walaupun asem tapi enyak ya, buibu? hahaa)
Kegelian, ia tertawa lalu bilang "mas bau, mami"
"Emang" kata saya, meledek.
"Iya, jangan dicium terus. mas bau." mungkin ia malu dan kegelian.
Nggak lama, ia bilang "ya udah, mas mandi deh. Abis itu kita main sepeda ya, mi?"
"Siap, bos!" balas saya sambil berlagak memberi hormat.

We survived this morning. Alhamdulillah...
Entah kenapa, ritual mandi ini selalu jadi tantangan bagi saya setiap pagi. Every day we faced the same problem that requires different solution. 
Solusi yang sama tidak bisa diterapkan setiap hari. Kadang kalau kami lagi lempeng ya, dibujukin terus sampai anaknya mau. Kalau nggak, ya gitu deh.. jadi tantangan terus. Hahaha..




You Might Also Like

0 comments