Hallo, Nama Saya Ciwir.

Saat peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei kemarin, si papoy iseng mau nge-tes motor. Rencananya, beliau dan adiknya akan pergi ke suatu tempat yang agak jauh seperti Sentul atau Puncak. Tapi karena bini dan anaknya rempong, bukannya nge-tes motor, akhirnya kami malah touring pakai motor saya. Hahaa...

Setelah sarapan, kami berangkat berempat dari rumah sekitar jam delapan pagi. Alhamdulillah cuaca cukup cerah, sepanjang perjalanan pun si bocil ceria. Anteng duduk di depan sambil nyanyi-nyanyi.


Setelah motoran selama kurang lebih dua jam, melewati beberapa rest area dan taman wisata, akhirnya kami memutuskan untuk main di Taman Wisata Matahari, Puncak.
Puas main di beberapa wahana, kami makan siang di salah satu restoran yang ada di dalam area Taman Wisata.

Saat akan pulang, tetiba #asaboy melihat kelinci yang dijual di area sekitar danau, dekat pulau jamur.
Akhirnya kami berhenti sejenak. Asaboy sudah mengeluarkan jurus pamungkasnya, mata berbinar persis puss in boots supaya kami mengabulkan keinginannya untuk beli kelinci.


Akhirnya, kami pun meluluskan permintaannya dengan syarat Asaboy mendapat tugas untuk kasih makan kelincinya. He agreed  dengan tampang super sumringah. Nggak cuma Asaboy yang senang sih, saya pun girang. Sejak kecil saya pengin punya binatang peliharaan tapi nggak kesampaian (curcol..wkwkwk)

Si imut ini kami beri nama Ciwir. It's a she, btw. 
Tadinya kami mau pilih yang rambutnya putih, tapi kata si abang penjualnya, sayang kalau putih itu cepet kotor. Jadi, kami pilih si cokelat menggemaskan ini.

Halo, saya Ciwir
Sampai di rumah, Asaboy langsung rempong menyiapkan segala sesuatunya untuk Ciwir. Ya kandangnya, lah, alas tidurnya sampai bakal ditaruh dimana itu kelinci kesayangan.

Keesokan harinya saat bangun pagi pun, Ciwir adalah hal pertama yang dia tanya. (tumben, biasanya yang ditanya papa dah berangkat kerja atau belum). Si bocil juga yang repot ngajak saya belanja pagi untuk beli sayuran buat si Ciwir.


Sebetulnya memelihara binatang bukan hal yang baru buat kami. Di rumah sudah ada beberapa ikan hias, yang silih berganti karena akuariumnya kecil. Pernah juga pelihara kura-kura, tapi kemudian hilang entah kemana saat kami jemur di teras depan, padahal barikade-nya lumayan tinggi. Setelah hilangnya kura-kura, Asaboy mau pelihara burung. Sayangnya, kami belum sempat beli. Akhirnya jodohnya malah si kelinci ini.

Urusan punya binatang peliharaan ini ternyata memang bagus untuk perkembangan anak. Menurut studi American Public Health Association tahun 2010, anak-anak yang memiliki anjing lebih aktif beraktifitas di luar dibandingkan dengan anak yang tidak mempunyai binatang peliharaan. At least ada alasan untuk main di luar juga, sih. Kemampuan motorik balita juga dirangsang saat berinteraksi dengan binatang peliharaannya. Mereka jadi bisa mengendalikan kekuatan tangannya saat menggenggam atau menggendong binatang peliharaan. It is good for soft motoric skill development, I guess.

Selain efek positif secara fisik, ternyata memelihara binatang juga bagus untuk perkembangan kecerdasan emosional anak. Yang saya lihat sih, Asaboy keeping his promise untuk kasih makan, jagain dan ajak main Ciwir. Dalam sehari, kami luangkan waktu beberapa jam untuk main bareng bersama Ciwir. Selain jadi sarana "our time", Asaboy juga jadi belajar bagaimana merawat kelinci. Hihi.

Semoga sehat-sehat terus dan betah sama kami ya, Ciwir.. Amiiin.




Comments

Popular posts from this blog

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015

Meminta Maaf

Balada Stik Es Krim