Meminta Maaf

May 30, 2016


Meminta maaf adalah sebuah hal yang sangat sederhana dan sangat penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini.
Hal sederhana ini pula yang sering membuat saya terenyuh, karena Asaboy sudah terbiasa mengucapkan maaf apabila ia melakukan kesalahan.

Di usianya yang menjelang 4 tahun ini, frekuensi tantrumnya lebih sering daripada sebelumnya. Lucunya, episode tantrum seringkali disebabkan oleh masalah yang sepele. Seperti kemarin saat sedang makan sore, Asaboy keukeuh agar martabak tahunya tidak dipotong dengan sendok, melainkan dimakan langsung menggunakan tangan. Saya yang menganggap hal itu sepele, cuek saja tetap memotong martabak tahu dan menyuapkannya. Sontak, ia misuh-misuh. Episode tantrum pun dimulai.
Ia membanting-banting kakinya seraya membentak saya "Mas nggak mau makan!"
saya tetap tenang dan bilang, "ya nggak apa-apa kalau ndak mau makan. Nanti kalau lapar dilanjut lagi"
Rupanya ia malah tambah emosi dan melepeh makanan yang ada di dalam mulutnya ke piring.
Gantian, saya yang emosi. Saya cuma menghela nafas sambil istighfar, mencoba menahan diri. Tanpa bicara saya beranjak ke dapur dan meletakkan piring makannya di atas kulkas.
Asaboy masih uring-uringan dan melempar mainan ke lantai.
Saya pikir, jika saya teriak pun percuma, laksana menyiram bensin ke dalam api yang menyala. Maka, saya mencoba rileks. Membuat segelas teh manis, duduk santai di ruang tamu sambil membaca buku. Asaboy? saya diamkan.

Tidak lama kemudian, Asa mendekati saya perlahan. Saya tetap tidak merespon.
Ia pun mencoba memeluk saya. Maka seketika itu pula saya balas pelukannya, lebih erat. Lalu ia menangis, sesenggukan sambil mengatakan,
"Maafin mas ya mami.. mas sayang mami"

Huaaaa... so sweet, kan?
Saya hanya bisa membalas "Maafin mami juga ya sayang.. mami juga sayang mas"

Lalu berikutnya saya tanya, kenapa meminta maaf? ia bilang menyesal karena tadi sudah kesal sama saya. Hehe..
Biasanya setelah sesi maaf-peluk-cium-bilang sayang ini, maka Asa saya ajak diskusi.. Nggak yang berat-berat sih.. cuma menjelaskan apa perbuatan yang baru saja dia lakukan, kenapa saya marah dan bagaimana konsekuensinya. Tentu saja, dengan bahasa yang dimengerti oleh anak usia 3 tahun. Hehe.

Sesi minta maaf yang indah, walaupun, 15 menit kemudian ia tantrum lagi.. -_-'

You Might Also Like

0 comments